Jumat, 29 Maret 2019

Penulisan Naskah Public Relation




hai semua!! kembali lagi di sore yang cukup mendung kali ini....di tulisan kali ini aku akan berbagi sedikit info bagi kalian yang mau tau hal hal terkait penulisan naskah public relation ada apa aja sih...sooo keep reading ya!!
Penulisan Naskah Public Relation adalah keterampilan menulis(writing skills) khas Humas atau Public Relations (PR) dalam menghasilkan naskah-naskah yang diperlukan untuk kepentingan pencitraan positif dan popularitas lembaga, perusahaan, atau organisasi.
Tipe-tipe panulisan atau naskah PR dapat dibagi menjadi dua bagian:
  1. Berkaitan dengan Media Relations/Press Relations, seperti naskah press release (siaran pers), advertorial, dan press conference (press kit/media kit).
  2. Berkaitan dengan media promosi, informasi, dan komunikasi perusahaan/organisasi, seperti naskah untuk dipublikasikan di newsletter, in house magazine/Company Magazines, naskah laporan tahunan (annual report), company profile, leaflet, booklet, brosur, dan sebagainya.
Untuk menghasilkan naskah yang baik (good writing), Humas/PR harus memiliki keterampilan jurnalistik layaknya wartawan, seperti pemahaman tentang nilai berita (news values), bahasa jurnalistik (language of mass communications), kode etik jurnalistik, dan sebagainya.
Untuk kepentingan publikasi yang luas, Humas/PR membutuhkan peran media. Karena itu, diperlukan sebuah hubungan yang baik dengan kalangan pers/media massa (Press/Media Relations).
Agar hubungan itu tercipta dengan baik, Public Relation perlu mengenali dunia pers dengan baik pula, seperti karakteristik wartawan, format media, cara kerja wartawan/media, dan sebagainya.

Jenis-Jenis Penulisan Public Relation

Berikut ini jenis-jenis PR Writing.

1. Siaran Pers

 

Siaran Pers (Press Release, biasa disebut rilis saja) adalah naskah berita (data atau informasi tentang sebuah kegiatan –pra ataupun pasca) yang disampaikan kepada wartawan atau kantor redaksi media untuk dipublikasikan di media tersebut.
Dengan demikian, menulis siaran pers pada dasarnya sama dengan menulis berita seperti dilakukan para wartawan. Oleh karenanya, karakteristik dan struktur penulisan siaran pers sama dengan menulis berita.
Karakteristik siaran pers adalah memiliki “nilai berita” (news values), yakni aktual, faktual, penting, dan menarik.
Struktur penulisannya pun sama dengan dengan penulisan berita, yakni terdiri dari head (Judul), dateline (baris tanggal), lead (teras berita), dan news body (tubuh atau isi berita).
Berita sendiri artinya adalah laporan peristiwa atau peristiwa yang dilaporkan oleh media massa. Rilis adalah beritay yang dibuat Humas instansi/lembaga.

2. Surat Pembaca

Surat Pembaca (letter to the editor) mirip siaran pers, terutama dalam hal teknis penulisan dan pengiriman. Yang membedakan adalah dalam hal isi dan tujuannya.
Isi dan tujuan surat pembaca biasanya merupakan tanggapan, sanggahan, klarifikasi, atau penggunaan Hak Jawab dan Hak Koreksi atas informasi yang dinilai salah dan merugikan.
Surat pembaca berupa tanggapan, biasanya diawali dengan mengutip berita atau surat pembaca yang sebelumnya sudah dimuat, sehingga pembaca dapat mengetahui latar belakang masalah yang diklarifikasi

3. Advertorial (adv)

Advertorial = advertising dan editorial. Gabungan antara promosi dan opini atau pemberitaan tentang hal yang dipromosikan –produk, jasa, perusahaan, organisasi, aktivitas, atau program pemerintah. Bentuk tulisannya bisa berupa berita, feature, atau artikel. Advertorial sering disebut iklan dalam bentuk pemberitaan atau tulisan panjang.
Jenis advertorial a.l. adv produk, adv jasa, adv perusahaan, dan adv pemerintahan. Sifatnya bisa informatif, eksplanatif, interpretatif, persuasif, argumentatif, dan eksploratif.

4. Brosur

Brosur (Brochure) adalah selebaran cetakan satu halaman kertas yang terlipat dua atau lebih, berisi keterangan, informasi, atau gambaran tentang sebuah perusahaan, instansi, produk, atau jasa, atau bisa juga berisi sebuah ide dan kegiatan.
Jenis selebaran promosi sejenis brosur adalah booklet, yakni buku kecil tanpa jilid/cover berisi informasi dan gambar tentang suatu produk atau jasa.
Bisa juga terdiri dari beberapa lembar kertas sehingga menyerupai buku. Penyebarannya sama dengan brosur, yakni dibagi-bagikan langsung kepada publik.
Sarana promosi mirip brosur adalah flyer, pamflet, leaflet, atau poser, yakni lembaran utuh tanpa lipatan/tidak terlipat. Pamflet (ukuran satu halaman kertas print), leaflet (ukuran kertas kecil), dan poster (“surat tempelan”, ukuran kertas besar) disebarkan dengan cara ditempel. Flyer biasanya digantung.
Ada juga yang disebut folder. Bentuknya mirip map, namun berisi banyak informasi dan bagian dalamnya terdapat kantung untuk menyimpan aneka berkas seperti surat, brosur, leaflet, kartu nama, dan sebagainya. Folder dapat berfungsi sebagai tempat penyimpan berkas informasi atau promosi.

5. Press Conference/Media Kit

Konferensi Pers (Press Conference) – undang media untuk menyampaikan informasi, dilakukan tidak rutin, insidental sesuai acara yang digelar, baik sebelum maupun sesudah kegiatan.
Media Kit adalah bahan tertulis sehingga kalangan pers memiliki data akurat dan lengkap sebagai bahan berita.
Bahan tertulis ini bisa berupa siaran pers, susunan acara, makalah, artikel, feature, bosur, proposal, atau informasi lengkap tentang kegiatan –tujuan, jadwal, target, kepanitiaan, daftar pengisi acara, dsb.—dan dimasukkan dalam sebuah map atau amplop besar.

6. Naskah Pidato

Naskah pidato (speech script) biasanya dilakukan penulis khusus yang disebut scriptwriter. Namun, ada punya petugas humas yang ditugaskan menulisnya.
Naskah pidato terdiri dari bagian pembukaan, isi, dan penutup. Ditulis dengan gaya bahasa tutur (spoken words) atau gaya bahasa percakapan (conversational language) karena naskah itu untuk diucapkan, dibacakan, atau disuarakan.

7. Newsletter

Newsletter secara harfiyah artinya “laporan berkala” atau “surat berita”. Merupakan media informasi dan komunikasi internal sebuah lembaga, biasanya terdiri dari dua hingga delapan lembar kertas kwarto atau folio, tanpa cover seperti majalah atau buku.
Isinya bervariasi mirip majalah, misalnya agenda dan berita kegiatan, artikel, feature, gambar, dsb.

8. Inhouse Magazine – Media Internal

Inhouse Magazine (Company Magazine) adalah media internal sebuah lembaga/perusahaan yang biasanya berbentuk majalah.
Desain atau tampilan dan rubrikasinya seperti majalah umum/komersil, namun isinya tentang informasi seputar “dapur” lembaga.
Mengelola Inhouse Magazine, juga Newsletter, sama dengan proses manajemen media massa pada umumnya, yakni melalui proses redaksional dan membutuhkan keterampilan meliput dan menulis berita layaknya wartawan.
Proses redaksional dimaksud adalah tahapan:
  1. Perencanaan (planing) –penentuan visi, misi, logo, moto, rubrikasi, editorial policy, dan style book;
  2. Pengorganisasian (organizing) –penetapan susunan organisasi redaksi (pemred hingga reporter dan layouter);
  3. Pelaksanaan (acting) –aktivitas jurnalistik seperti perencanaan liputan (rencana isi), peliputan, penulisan, editing, dan desain grafis
  4. Pengawasan (controling) –pengawasan dan evaluasi proses dan hasil kerja yang sudah dilaksanakan.
yaa itulah sedikit informasi tentang penulisan naskah public relation,semoga bermanfaat ya!!

Rabu, 27 Maret 2019

Tokoh Public Relation Favorit

Bapak Chairul Tanjung...siapa sih yang tidak kenal dengan beliau? ya beliau adalah tokoh Public Relation Indonesia kesukaan saya beliau lahir di Jakarta dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah. Ayahnya adalah seorang wartawan pada orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil.Sedangkan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Ayah Chairul berasal dari Sibolga, Sumatra Utara, sedangkan ibunya dari Cibadak, Jawa Barat. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan ini memaksa orang tuanya menjual rumah dan mereka tinggal di kamar losmen yang sempit. sangat mengharukan bukan jerih payah orang kecil dengan impian yang besar dan cerita mengenai pendidikan beliau
Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Negeri 1 Jakarta pada tahun 1981, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.(lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis dan juga mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.
Demi memenuhi kebutuhan kuliah, ia berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan foto kopi di kampus. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, namun bangkrut. Selepas kuliah, Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada tahun 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri.
Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega.
Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (properti).
Di bawah Para Group, Chairul memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.
Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999.Sementara di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40 persen. MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Prancis.
Pada tahun 2010, majalah ternama Forbes menempatkan Chairul sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia berada di urutan ke-937 dengan total kekayaan mencapai USD 1 miliar. Satu tahun kemudian, menurut Forbes, kekayaan Chairul telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni dengan total kekayaan USD 2,1 miliar. Tahun 2014, Chairul memiliki kekayaan sebesar USD 4 miliar dan termasuk orang terkaya nomor 375 dunia.
Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.
beliau menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan adalah penting. Selain itu memiliki rekanan yang baik sangat diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting
Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional.Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi ini merupakan upaya perusahaan nasional agar bisa berdiri sendiri dan jadi tuan rumah di negeri sendiri
Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Namun kemauan dan kerja keras, merupakan hal paling pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses. Baginya mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Di mana membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring dalam menjalankan bisnis.
Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu.Menurutnya membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha, seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Namun tidak semua hasil bisa diterima secara langsung.dan selama ini saya hanya melihat beliau di televisi dan tidak pernah bertemu langsung. beliau sangat rendah hati dan menginspirasi banyak orang.semoga kelak kita menjadi orang seperti beliau ya...



Opening Prodi Magister (S2) Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka



Good news for us!! Jurusan Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Candradimuka Palembang, Sumatera Selatan telah meresmikan prodi Magister (S2) Ilmu Komunikasi. Hal ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) izin pembukaan Magister (S2) Ilmu Komunikasi oleh Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Penyerahan SK diwakili Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II Prof. Slamet Widodo,M.Si kepada Ketua Stisipol Candradimuka Dr. Lishapsari Prihatini, MSi pada saat Bimbingan Teknis di Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis (14/3/2019).Usai menerima SK, Lishapsari menyampaikan bahwa SK Izin pembukaan S2 Ilmu Komunikasi Stisipol Candramuka yang dikeluarkan langsung oleh Menristekdikti sejak 8 Februari 2019 yang lalu.kemarin saya diberi kesempatan untuk mewawancarai bapak Febri dan Ibu Virna di Kantor Admisi Komunikasi dan sempat meggali beberapa hal
“S2 Jurusan Ilmu Komunikasi ini sendiri bertujuan untuk mengahadapi perkembangan masyarakat dalam berkomunikasi di jaman era revolusi yang penuh persaingan,kita harus tetap berkembang dan beradaptasi dengan mengubah tantangan menjadi peluang” ujar Bapak Febrianza selaku salah satu Dosen di Stisipol Candradimuka dan “syarat-syarat untuk masuk S2 juga sangat mudah,kalian hanya perlu menyiapkan fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir,fotocopy KTP dan pas foto terbaru” sambung Ibu Virna selaku Administrasi Magister Ilmu Komunikasi dan ternyata peresmian ini melibatkan beberapa orang seperti Kepala Jurusan Komunikasi yakni Ibu Sumarni Bayu Anita,M.A serta BAAK Bidang 3 Kemahasiswaan sampai kepala yayasan Stisipol Candradimuka dan proses berdirinya S2 Ilmu Komunikasi ini juga disesuaikan dengan sarana,prasana dan sumber daya manusia yang ada
Walaupun S2 Komunikasi ini sempat terhambat dikarenakan Jumlah dosen yang mengajar masih minim sekarang Stisipol sudah resmi membuka Prodi Magister S2 Ilmu Komunikasi.
dan sampai saat ini ternyata sudah ada 1 calon mahasiswa yang merupakan alumni S1 Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka juga yakni Ibu Dian Roli Eka Sari beliau menyatakan bahwa jurusan komunikasi memang basic nya secara individual dan sosial
wahhh tunggu apalagi nih daftar S2 dengan syarat mudah,biaya yang terjangkau dan kampus dengan fasilitas lengkap selain kampus yang berada di lokasi strategis , Stisipol Candradimuka juga menyediakan kelas karyawan untuk kalian yang sibuk bekerja dengan jadwal kuliah setiap sabtu dan sudah pasti dengan biaya yang sesuai dengan kantong anak jaman sekarang. Buruan daftar sekarang bisa melalui website www.stisipolcandradimuka.ac.id
Instagram : @s2komunikasi.candradimuka
Email : magisterkomunikasi@stisipolcandradimuka.ac.id
 hotline di 0821-22288220 atau
 langsung datang ke Kantor Admisi Stisipol Candradimuka Jl Swadaya Sekip Ujung Palembang




Personal Branding

hallooooo....yashhh kali ini saya akan membahas mengenai pemasaran karier untuk diri sendiri,gimana sih caranya biar bisa diterima di khalayak masyarakat dalam hal yang baik?? show your best and create your future!!

Personal branding adalah proses memasarkan diri dan karier melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Citra ini kemudian dapat dipresentasikan lewat berbagai jalur, seperti media sosial, blog, situs web pribadi, hingga perilaku di depan umum. Layaknya produk atau jasa, brand personal memberikan gambaran tentang pengalaman yang akan didapat konsumen ketika berinteraksi dengan pemilik brand.
Brand personal yang baik dapat memberikan keuntungan secara dua arah. Pemilik brand bisa membuat produk atau perusahaan miliknya dikenal lebih luas, sementara calon konsumen bisa merasa lebih percaya diri untuk melakukan transaksi. Keuntungan ini juga terbawa ke luar perusahaan, karena jika perusahaan sukses, citra diri akan ikut terangkat.
Banyaknya manfaat menjadikan brand personal salah satu unsur penting dalam strategi wirausaha. Beberapa selebritas seperti Alice Norin bahkan menggunakan personal branding sebagai pendongkrak utama kesuksesan startup mereka. Simak kiat-kiat berikut untuk menciptakan brand personal yang kuat dan bermanfaat bagi perusahaanmu.


 Kiat Membangun Personal Branding yang Kuat


Personal branding yang terencana dan terpercaya

Slogan “jadilah dirimu sendiri” tidak bisa diterapkan begitu saja dalam personal branding. Sama seperti produk, kamu juga harus menunjukkan citra pribadi yang positif di depan publik. Ini bukan berarti kamu perlu berbohong atau bersandiwara, tapi kamu harus tahu kesan seperti apa yang kamu inginkan dalam pandangan orang.
Apakah kamu ingin dikenal sebagai programmer andal? Motivator yang inspiratif? Atau fashionista yang pandai menciptakan tren baru? Temukan kelebihan yang kamu miliki, dan tonjolkan karakteristik tersebut dalam konten-konten (artikel, foto, video, dan sebagainya) buatanmu.
Semakin baik dan banyak konten yang kamu buat, kredibilitasmu dalam bidang terkait juga akan ikut meningkat. Banyaklah membuat konten yang sifatnya membantu orang lain, supaya para calon konsumen bisa merasakan manfaat langsung ketika terpapar brand personalmu.

Kembangkan kepribadian yang positif

Membangun personal branding sama halnya dengan menjadikan dirimu seorang figur publik. Kepribadianmu adalah aset terbesarmu, jadi kamu harus menjaganya agar selalu tampak baik di muka umum.

Luangkan waktu untuk menghadiri acara-acara offline dan bertatap muka dengan orang lain. Di dunia maya, kamu perlu berinteraksi dengan para konsumen secara reguler, misalnya membalas komentar, menjawab pertanyaan, dan sebagainya.

Kamu juga harus menjaga perilaku di media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram. Media sosial sejatinya adalah ruang publik juga, jadi apa yang kamu tulis di sana akan dilihat dan dinilai oleh masyarakat.
Saat ini mendokumentasikan perilaku media sosial sudah sangat mudah, jadi kegagalan menjaga perilaku bisa merusak citra perusahaanmu. Bila kamu seorang karyawan, hal ini bisa membuatmu kehilangan pekerjaan.

Jadilah presentable dan searchable
 
Sebagai figur publik, cepat atau lambat masyarakat pasti akan melihat penampilanmu. Berusahalah untuk selalu tampil layak di depan umum, bahkan meski sebenarnya kamu belum sukses. Layak yang dimaksud bukan berarti harus formal, tapi nyaman dipandang dan dapat menonjolkan keunikan pribadimu.
Tampil layak juga perlu kamu lakukan di dunia maya. Pasanglah foto-foto yang baik di tempat yang sesuai, bahkan kalau perlu sewalah fotografer profesional. Meski pepatah mengatakan “jangan menilai buku dari sampulnya”, orang tidak akan menanggapimu dengan serius bila penampilanmu asal-asalan.

Di samping penampilan, penting juga untuk membuat dirimu mudah dicari di internet. Ini bisa kamu lakukan dengan membuat profil di berbagai situs yang punya jangkauan luas, seperti Facebook, LinkedIn, atau Twitter.
Jagalah agar citramu di media sosial tetap profesional. Kamu boleh posting hal-hal bersifat pribadi sesekali, tapi sikap profesional akan menambah kekuatan brand personalmu.


Gunakan content outreach
 
Untuk membuat pribadimu dikenal, konten buatanmu harus bisa menjangkau massa sebanyak-banyaknya. Hal ini bisa dicapai salah satunya dengan cara content outreach, yaitu menjalin koneksi dengan orang lain yang bisa membagikan dan mempromosikan kontenmu.
Ada beberapa macam pihak yang bisa kamu ajak bekerja sama, misalnya tokoh-tokoh pakar yang sudah banyak dikenal dalam bidang yang kamu geluti. Bila kontenmu dibagikan atau dikutip oleh seorang pakar, namamu akan menjadi lebih dikenal, sekaligus memunculkan kesan bahwa kamu adalah seorang praktisi yang terpercaya. Jalur content outreach seperti ini biasanya muncul dari kenalan pribadi.

Itulah beberapa kiat yang bisa kamu terapkan untuk membangun brand personal yang kuat dan di mata masyarakat. Membangun citra sama seperti bermain peran, kamu harus merancang arahan dan mempersiapkan diri di balik layar, kemudian mengeksekusinya di hadapan publik. Tak lupa kamu juga harus terus mengevaluasi diri supaya bisa memberikan penampilan lebih baik di masa depan.
Manfaat brand personal tidak hanya muncul selama kamu terikat pada perusahaan. Meski kamu sudah meninggalkan pekerjaanmu atau perusahaanmu sudah bangkrut, citra yang sudah kamu bentuk tetap akan tertinggal di masyarakat dan bisa kamu manfaatkan. Karena itu berusahalah untuk selalu menjadi pribadi berkualitas di mana pun kamu berada.

banyak keuntungan dari Personal Branding, tapi ini ada beberapa contoh keuntungan dari Personal Branding :
  1. Banyak yang kenal kamu,
  2. Dapet kehormatan dari orang sekitar,
  3. Orang akan senang dan terinspirasi dengan kamu,
  4. Kalau ada project, kamu bisa dapet dengan cepat dan sesuai harapan,
  5. Kalau kamu berjualan, banyak yang senang dengan produk kamu,
  6. dan banyak lagi
Ada 4 langkah buat membangun personal brand yang baik dan tentu saja, berkualitas:
Personal-Branding-Brand-1024x886

Discover

Sangat penting untuk mengetahui dan mengenal siapa kamu, apa passion-mu sangat penting.

Create

Buatlah toolkit branding kamu – toolkit disini maksudnya adalah media untuk membranding kamu, seperti blog, website, kartu nama, video, portfolio dan lainnya. Bahkan kamu bisa memulai personal branding lewat Social Media seperti Facebook, Twitter, Path, dll.
Kalau kamu punya kartu nama, coba kamu kasih ke orang-orang yang berpontensi membutuhkan skill kamu.

Communicate

Komunikasikan kamu pada dunia. Semakin banyak yang mengenal kamu maka personal brand yang kamu bangun akan semakin kuat. Kamu juga harus sering untuk ngobrol dengan orang-orang baru, orang penting, atau siapapun untuk memperluas Network kamu.

Maintain

Sesuatu yang Anda bangun akan cepat punah jika tidak dijaga.

dan saya kira itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun personal branding diri sendiri dan inilah gambaran personal branding menurut saya saling berhubungan dengan mempertimbangkan apa yang kamu lihat tentang diri kamu sendiri dengan apa yang orang lain lihat tentang diri kamu itulah personal branding kamu.

Table Manner Di Hotel Harper Palembang


selamat malam!! di tulisan malam ini saya akan membahas Event Table Manner yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka Palembang pada Sabtu, 9 Maret 2019, pukul 16.00-21.00 WIB bagi kelas Non Reguler di Hotel Harper Palembang
kegiatan berlangsung dengan seru mulai dari kuis diawal acara yang berhadiah Pool Voucher yang saya dapatkan,menyimak materi yang diberikan seputar tata cara makan yang baik dan benar,menikmati menu yang disajikan satu per satu sampai mengelilingi dan memperkenalkan area dan fasilitas yang ada di Hotel Harper. selanjutnya simak materi seputar Table Manner yang bermanfaat bagi kalian yang belum pernah Table Manner sebelumnya atau bagi kalian yang sudah untuk refresh kembali tata cara atau aturan makan yang baik dan benar.

Tata Cara Makan (Table Manner) adalah adalah aturan etiket yang digunakan saat makan, serta mencakup penggunaan yang tepat dari peralatan makan. Tedapat beberapa aturan table manner yang umum dipelajari, antara lain mengetahui jenis jamuan makan, mengatur posisi duduk, mengetahui penggunaan peralatan makan dan susunan dalam penataan peralatan makan.

Aturan Dasar Etika Makan
Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, antara lain:
  1. Duduk dengan tegak dan jangan bersandar pada kursi.
  2. Saat memegang peralatan makan, kedua siku tidak diletakkan di atas meja.
  3. Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan.
  4. Berbicara dengan volume suara yang rendah.
  5. Menutup mulut saat batuk atau bersin.
  6. Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan.
  7. Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan.
  8. Selalu meminta ijin ke pemilik acara saat akan meninggalkan meja makan atau saat akan mengangkat telepon.
  9. Letakkan sendok dan garpu searah jam 5 apabila telah selesai makan.
  10. Gunakan tusuk gigi untuk mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut.
  11. Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan.
  12. Menambahkan bumbu sebelum mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki.

Rangkaian Menu pada Jamuan Formal
  • Hidangan pembuka (Appetizer)
Sebelum hidangan pembuka disajikan, biasanya roti disajikan terlebih dahulu di atas meja. Hidangan pembuka pada umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu hot appetizer dan cold appetizer. Hot appetizer yang dihidangkan biasanya berupa sup, sementara cold appetizer dapat berupa salad. Ciri suatu makanan dapat tergolong ke dalam jenis appetizer adalah tergolong ringan dan membangkitkan selera, serta dapat merangsang selera makan.
  • Hidangan utama (Main course)
Hidangan utama umumnya berupa masakan daging/seafood. Hidangan utama dapat disantap dengan dua cara, yaitu cara Amerika dan Eropa. Bila menggunakan cara Amerika, maka biasanya daging dipotong terlebih dahulu sebelum disantap. Sementara, apabila menggunakan cara Eropa, maka biasanya daging dipotong dengan menggunakan pisau di tangan kanan dan langsung disantap dengan garpu di tangan kiri.
  • Hidangan penutup (Dessert)
Setelah menyantap hidangan utama, maka saatnya untuk menyantap hidangan penutup. Hidangan penutup umumnya berupa kue, pudding ataupun sejenis minuman dingin seperti cocktail, es krim atau jus.

Aturan Peletakkan Peralatan Makan pada Jamuan Formal
picture1

Rangkaian Menu Table Manner 
 
1)Appetizer
 adalah hidangan pembuka yang disajikan dengan porsi kecil, atau hidangan pembangkit selera makan/makanan pemula sebelum maincourse. Appetizer berfungsi merangsang nafsu makan sebelum hidangan utama dinikmati.biasanya sebelum appetizer ada makanan penyambutan seperti Welcome Bread with Butter
Contoh makanan pembuka yang kami dapatkan di Hotel Harper Palembang
Soft Roll & Butter
 White Fruit Salad


  1. Cold Appetizer
    Yaitu hidangan pembuka yang disajikan secara dingin atau segar.
    Contoh: Fruit salad, Vegetable salad, Coctail
  2. Hot Appetizer
    Yaitu hidangan pembuka yang melalui proses pemasakan, disajikan dalam keadaan panas.
    Contoh: Croquette, Risoles

2)Soup
Sebagai makanan hangat penyela yang mengandung makanan.
 Cream Corn Soup With Garlic Bread Crouton

3)Main Course
Makanan utama(main course)adalah hidangan pokok dari suatu susunan menu lengkap yang dihidangkan pada waktu lunch maupun dinner, ukuran porsinya lebih besar dari appetizer.
Contoh Main Course
Grilled Chicken Breast served with Baked Potatoes,Garden Vegetables and Barbeque Sauce

  1. Lauk pauk hewani yang dihidangkan pada main course seperti daging, ikan, unggas, dan sea food yang diolah dengan bermacam-macam cara dan menghidangkanya dengan saus dan besar porsinya berkisar 175gram s.d gram.
  2. Sayur yang dihidangkan pada main course ialah sayuran continental. Pada umumnya seperti buncis, bunga kol, lobak putih, brocoli, dan lainya dan besarnya adalah 75gram.
  3. Kentang maupun penggantinya seperti macam-macam pasta yang dihidangkan dengan roti / roll yang besar porsinya 75gram. Untuk nasi kadang juga mengganti kentang dengan lauk-pauk yang sesuai.


4) Dessert
Hidangan penutup (dessert) adalah hidangan yang disajikan setelah hidangan utama (main course) sebagai hidangan penutup atau biasa disebut dengan istilah pencuci mulut. Sajian dessert sering dinamakan The final course atau The last course dan berasa manis atau disebut sweet.

Contoh Dessert
Chesse Cake served with Vanilla Ice Cream

1. Hidangan Penutup Dingin (Cold Dessert)
Adalah dessert yang disajikan pada suhu dingin. Walaupun disajikan pada suhu dingin tidak menutup kemungkinan proses pengolahannya melalui proses pemanasan sebelum disajikan secara dingin, dengan memasukkan ke dalam almari pendingin.  Penyajian dessert dalam suhu dingin harus benar-benar disajikan pada suhu dingin tak terkecuali alat hidangnya. Contoh:Ice Cream, Pudding, Mousses, Fruit Pie, Cake dan lain sebagainya.
2. Hidangan Penutup Panas (Hot Dessert)
Adalah dessert yang disajikan pada temperatur panas atau hangat.S esuai dengan namanya hot dessert maka proses akhirnya harus dipanaskan terlebih dahulu. Penyajian hot dessert harus benar-benar panas atau hangat termasuk alat hidang yang dipergunakan harus dipanaskan dahulu. Contoh:Banana FlambĂ©, Apple Pie, Souffles.

yaa itu adalah sedikit cuplikan dari acara kami kemarin dan yang paling penting ternyata di Hotel Harper banyak tempat spot foto yang mendukung dan cocok untuk kita yang hidup di Era Millenial hehe belum lagi kita dapat menikmati keramahtamahan staff hotel mulai dari depan pintu masuk hotel dan tak lupa sebagai mana tokoh dibalik event ini ada dosen yang pengampu yang mendukung penuh rangkaian acara pada hari itu yakni Ibu Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A

dan acara berlangsung dengan lancar dan yang pasti pulang dengan banyak ilmu tetapi sedikit saran saya untuk Hotel Harper dirasa makanan pada Main Course terlalu campah dan tidak kaya rasa untuk yang lain sudah baik dan memuaskan dan saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini diadakan karena memiliki banyak ilmu dan pengalaman yang bermanfaat.





Lobby,Negosiasi & Presentasi

hello everyone!! berbicara tentang lobi,negosiasi dan presentasi pasti ga asing lagi kan di telinga kita?wahh ternyata ada tehnik khusus lho biar lobi,negosiasi dan presentasi kamu berjalan lancar!!
Lobbying 

Aktivitas lobbying merupakan kegiatan yang sah dan merupakan bagian penting dalam proses demokrasi. Pelaku lobbying dapat membantu organisasi atau individu di dalamnya untuk mengomunikasikan maksud dan tujuan kepada pihak yang dilobi. Istilah lobbying lebih sering digunakan dalam dunia perpolitikan karena identik dengan tawar menawar kekuasaan atau syarat dan ketentuan tertentu.
Secara umum, lobi berarti aktivitas yang dilakukan oleh pelobi untuk mempengaruhi pihak lain agar pihak tersebut mempunyai kepentingan dan pendapat yang sama dengan kita. Menurut Brittania Encyclopedia, lobbying didefinisikan sebagai semua macam percobaan oleh individu atau kelompok kepentingan tertentu untuk mempengaruhi keputusan tertentu, dalam hal ini keputusan dalam politik.
Maka dari itu, kegunaan lobi biasanya untuk meminta sesuatu hal atau meminta pihak berwenang untuk memikirkan atau mempertimbangkan satu hal yang dianggap pihak pelobi penting dan harus dilakukan. Sedangkan, pihak kedua yang dilobi belum tentu menganggap hal tersebut perlu untuk dilakukan.

Menurut Advanced English & ndash; Indonesia Dictionary, Lobby atau Lobbying berarti: Orang atau kelompok yang mencari muka untuk mempengaruhi anggota Parlemen. Sedangkan Lobbyist berarti: Orang yang mencoba mempengaruhi pembuat undang-undang;. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Melobi ialah melakukan pendekatan secara tidak resmi, sedangkan pelobian adalah bentuk partisipasi politik yang mencakup usaha individu atau kelompok untuk menghubungi para pejabat pemerintah atau pimpinan politik dengan tujuan mempengaruhi keputusan atau masalah yang dapat menguntungkan sejumlah orang.
Dalam tulisan ini istilah lobby atau Lobbying di Indonesia-kan menjadi Lobi, sedangkan istilah lobbyist di Indonesia-kan menjadi Pelobi, yaitu orang yang melakukan Lobi. Definisi Lobi dapat disusun sebagai Suatu upaya pendekatan yang dilakukan oleh satu pihak yang memiliki kepentingan tertentu untuk memperoleh dukungan dari pihak lain yang dianggap memiliki pengaruh atau wewenang dalam upaya pencapaian tujuan yang ingin dicapai

Negosiasi

Dalam arti paling sederhananya, negosiasi adalah sebuah proses diskusi antara dua atau lebih peserta yang mencoba untuk mencari jalan keluar terhadap masalah yang tengah mereka jalani. Proses ini bisa terjadi dalam tataran antar individu ataupun antar kelompok. Negosiasi pun terkadang dibutuhkan karena setiap peserta memiliki kepentingannya masing-masing dan tidak selalu sama.
Penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam bernegosiasi. Kunci dari negosiasi adalah kamu harus mendapatkan apa yang kamu butuhkan, meskipun bukan dengan jalan yang kamu inginkan. Jangan paksakan apa yang kamu inginkan dengan jalan yang sudah kamu rencanakan. Cobalah untuk menyesuaikan nilai-nilai dengan pihak lain dan cari jalan baru yang mempunyai tujuan yang menghasilkan keuntungan bagimu.

Negosiasi memiliki dua arti, yaitu:
1) Proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain;
2) Penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersangkutan. Secara ringkas dapat dirumuskan, bahwa Negosiasi adalah suatu proses perundingan antara para pihak yang berselisih atau berbeda pendapat tentang sesuatu permasalahan.

 Negosiasi sebagai suatu Fungsi dan Sarana
Istilah Negosiasi sebenarnya berawal dari dunia diplomasi yaitu dunia yang digeluti oleh para diplomat (Dubes, Duta, Kuasa Usaha, Konsul, dan lainlain) dalam melakukan kegiatan sesuai kepentingan negaranya di negara mana mereka bertugas.
Jadi, negosiasi adalah merupakan salah satu fungsi utama dari para Diplomat. Oleh karena itu, dalam pergaulan internasional hampir setiap negara menempatkan diplomat-diplomatnya di negara-negara sahabat. Meskipun istilah dan praktik negosiasi berawal dari dunia diplomasi, namun dewasa ini sudah menjadi sarana pada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik dalam dimensi eksternal maupun dimensi domestik.
Kata kunci Negosiasi; persetujuan yang dapat diterima oleh para pihak”. Kata kunci ini berlaku bagi segala macam Negosiasi, seperti:
a. Negosiasi diplomatik
b. Negosiasi perdagangan internasional (bilateral maupun multilateral)
c. Negosiasi global (seperti negosiasi sengketa utara – selatan)
d. Negosiasi antara buruh dan majikan
e. Negosiasi antara penjual dan pembeli
f. Negosiasi antara dua korporasi yang ingin melakukan merger atau aliansi strategik.
g. Negosiasi pembentukan joint venture
h. Negosiasi mengenai investasi langsung (direct investment)
i. Negosiasi pilkada
j. Negosiasi pemenangan tender, dan sebagainya.
 
Modal Negosiasi a. Menurut sejumlah ilmuwan Sosial, yaitu: French dan Roven, Baldridge dan Kanter dalam Mufid A. Busyairi, (1997). Ada beberapa sumber kekuatan dalam melakukan Negosiasi, yaitu:
1) otoritas,
2) informasi dan keahlian,
3) kontrol terhadap penghargaan,
4) kekuatan memaksa dengan kekerasan,
5) aliansi dan jaringan,
6) akses terhadap dan kontrol kepada agenda,
7) mengendalikan tujuan dan simbol-simbol, dan
8) kekuatan personal.
Di samping delapan modal tersebut di atas, sebelum menetapkan aktor/pelobi/perunding, tempat dan waktu perundingan, pendekatan dan target. Keberhasilan Lobi adalah merupakan modal yang tidak kalah pentingnya. Strategi, teknik dan taktik Negosiasi yang telah dirancang dengan baik dengan memenuhi prinsip-prinsip bernegosiasi adalah juga merupakan modal yang dapat menentukan keberhasilan Negosiator dalam bernegosiasi, termasuk di dalamnya kemampuan berkomunikasi.
Strategi yang dimaksud adalah:
1) Negosiator harus tahu persis target (objective) yang ingin dicapai.
2) Negosiator harus memiliki wewenang untuk melakukan negosiasi.
3) Negosiator harus mendalami masalah-masalah yang dirundingkan dengan baik.
4) Negosiator harus mengenali mitra rundingnya dengan baik.
5) Negosiator harus memahami hal-hal yang prinsip dan bukan prinsip.
Model negosiasi
Model Pendekatan Negosiasi Belajar dari banyak kasus Negosiasi yang pernah terjadi menunjukkan adanya dua model pendekatan negosiasi, yaitu:
a. Model Pendekatan Kooperatif
Model pendekatan ini disebut juga model Pemecahan Masalah Bersama atau Model Menang-menang;. Menurut Schoonmaker (1989) yang dikutip Mufid A. Busyairi (1997), Negosiasi Menang-menang layak dilakukan jika masalah yang dinegosiasikan menyangkut kepentingan bersama dan antar pihak yang bernegosiasi terdapat hubungan saling percata mempercayai.
Oleh karena itu, tindakan yang disarankan oleh Thorn (dalam Mufid A. Busri, 1997) yang perlu dilakukan dalam negosiasi menang-menang adalah:
1) memastikan bahwa pihak lain memilih model menang-menang (bukan mau menang sendiri),
2) mengenali masalah yang dihadapi (tidak membahas pemecahan sebelum mengenal masalah), 3) menangani masalah yang berpotensi mempunyai pemecahan yang menghasilkan menang-menang.
4) saling membagi informasi,
5) memberi tanda-tanda positif kepada pihak lain seperti memberi hadiah-hadiah,
6) menghindari sikap bertahan dan memberikan persetujuan jika iklimnya sesuai,
7) menghindari sedapat mungkin pendekatan legalistik.
Negosiasi menang-menang adalah merupakan model negosiasi yang lebih besar peluang keberhasilannya bila dibanding dengan negosiasi menang-kalah (lihat peristiwa Aceh!). Kemenangan yang diperoleh adalah kemenangan bersama, karena pemecahan yang dihasilkan mengacu kepada fokus interes bersama bukan berdasar pada posisi masing-masing pihak.
b. Model Pendekatan Kompetitif
Model ini sering juga disebut dengan istilah model pendekatan menang-kalah”. Menurut Thorn yang dikutip oleh Mufid A. Busyairi (1997), untuk memenangkan negosiasi model menang-kalah agar menempuh 4 (empat) langkah:
1) menjelaskan komitmen kita secara tegas tentang apa yang kita inginkan.
2) menunjukkan akibat-akibat yang akan terjadi jika keinginan tersebut tidak tercapai.
3) menghadang lawan untuk mencapai keinginannya.
4) Menunjukkan jalan keluar yang bisa menyelamatkan muka lawan dengan menawarkan konsesi penghibur.
Model menang-kalah ini tidak selalu dalam bentuk kekerasan seperti menggunakan ancaman, teror, pembunuhan sampai dengan perang dan/atau kekerasan lainnya. Model menang-kalah apabila telah menjadi pilihan menandakan adanya sikap bahwa pihak lawan tidak bisa diajak berkawan (kawan bermasyarakat, bernegara dan berpolitik) tetapi telah menempatkan lawan negosiasi sebagai musuh atau sebagai pihak yang dikuasai. Cara negosiasi dengan kekesaran dapat dicermati dalam film;Goodfather; karya Puzo. Dengan menggenggam sepucuk senapan yang sudah dikokang dengan menodongkan arah kepala, sang aktor berkata akan saya berikan tawaran yang tidak bisa anda tolak. Anda tandatangani atau otak Anda akan berceceran di atas kontrak ini. Memang negosiasi model menang-kalah tidak efisien dan sering tidak menghasilkan apa-apa karena tidak mampu menggunakan peluang yang ada untuk keuntungan bersama.
 
Presentasi  

Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau salah satu bentuk komunikasi. Presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain.

Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).
Agar bisa pandai berpresentasi, orang sering kali belajar pada para pakar presentasi. Juga, ada banyak pembicara terkenal yang sering kali diamati oleh orang-orang yang ingin pandai berbicara di hadapan umum. Para pembicara terkenal di Indonesia antara lain James Gwee, KH Abdullah Gymnastiar, Tung Desem Waringin, Andrie Wongso, Gede Prama, dan masih banyak lagi.
Keahlian berbicara di hadapan hadirin merupakan hal yang sangat penting bagi siapa pun yang ingin maju. Banyak presiden, manajer, wiraniaga, dan pengajar yang menjadi sukses dan terkenal lewat keahlian berpresentasi
Secara umum Tujuan Presentasi adalah
§ Edukasi atau pendidikan
§ Memberikan Informasi
§ Persuasi atau mempengaruhi

Jenis-jenis Presentasi adalah
1. Oral:Presentasi dengan berbicara
2. Visual:Presentasi dengan menggunakan tampilan
3.Teksual:Presentasi dengan menggunakan teks,selebaran

Yang harus diperhatikan dalam presentasi yaitu
a. Background harus sesuai atau kontras dengan tulisan
b. Dapat menambahkan sesuatu yang menarik, misalnya dengan cara menambah animasi, gambar lucu, suara atau audio terkadang dalam berpresentasi, kita sering mengalami nervous atau grogi. Penyebabnya adalah takut lepas kendali,takut akan ketidakpastian,tak ada rencana cadangan,peserta tidak antusias dan yang harus dihindari dalam presentasi adalah gelisah,gemetar,tak berada dalam pusat pandangan audience,mengeluarkan bunyi yang tidak perlu Pr
1)Pesentase yang dapat kita mengerti 10% bila kita baca  
      2)Presentase yang dapat kita mengerti 20% bila kita dengar
      3)Presentase yang dapat kita mengerti 30% bila kita lihat
      4) Presentase yang dapat kita mengerti 50% bila kita dengar dan lihat
      5)Presentase yang dapat kita mengerti 70% bila kita ucapkan
      6) Presentase yang dapat kita mengerti 90% bila kita lakukan

TEKNIK PRESENTASI
 
Presentasi, adalah hal yang biasa dan pasti semua orang alami khususnya yang orang-orang berkarier atau pernah menempuh pendidikan baik tingkat SMP, SMA atau perguruan tinggi.
Hal klasik yang pasti dialami oleh tukang presentasi adalah bagaimana caranya hal yang dipresentasikan itu bener-bener dilihat, dimengerti dan dipahami oleh orang yang kita hadapi. Seperti pengertian presentasi itu sendiri kan gimana caranya kita menerangkan apa maksud kita dengan cara lisan dan penambahan media visual (peraga, slide proyektor, dsb) kalo ada.
Nah, yang akan saya bahas disini adalah presentasi yang menggunakan media visual, khususnya dengan powerpoint.
Selain atas ide dan permintaan dari senior dan teman-teman saya agar memuat artikel gimana cara buat presentasi yang asik, Seperti masalah klasik tadi juga, terkadang terjadi hal-hal seperti penguji, dosen ataupun bos kita menghadapi presentasi kita dengan tampang ogah-ogahan, memperhatikan sambil liat-liat/baca-baca modul yang kita bagikan, sambil bicara dengan temannya mengomentari presentasi kita.
Maksud hati sih kepengen bapaknya memperhatikan terus, padahal ada slide-slide yang kita jadikan andalan pada presentasi kita, eh, malah ga diperhatikan. Ga’ asik kan…hehe
Nah, itulah… gimana cara kita supaya pandangan para penguji/dosen/bos kita itu ga’ berpaling dari presentasi yang kita sajikan, akan saya bahas disini.
1. Sajikan Hal Penting atau Hal-hal yang Menarik saja.
Dengan kata lain, tidak mesti dalam setiap presentasi kita harus menampilkan semua hal yang kita sajikan. Bayangkan saja, kalo misalnya makalah/proposalnya 100lembar, kalo semua dipresentasikan bisa makan waktu 1 jam-an. Waktu ideal presentasi adalah 10-15 menit. Lebih dari itu, para audience bisa jadi mudah bosan dan tak fokus lagi. Sajikan saja hal-hal yang menarik dan penting dari bahasan kita. Hal-hal seperti pengertian umum (yang kira2 semua audience juga dah pada ngerti) ga perlu ditampilkan ato malah dijelaskan panjang lebar, paling tidak cukup point nya aja.
2. memperbanyak  Point-Point dan gambar dari pada tulisan sepanjang dan sejauh mata memandang. Tanpa mempertimbangkan Isinya, slide Mana yang lebih baik menurut mu?
Dua contoh slide diatas adalah Slide A yang berisikan seluruh pengertian (penyaji tinggal membaca saja), dan Slide B yang berisikan tentang Poin-poin (Penyaji harus memberikan penjelasan).
Hal ini yang paling banyak dilakukan oleh para tukang presentasi (tapi jangan samakan dengan slide guru ngasih penjelasan lho, beda itu).
Sebenarnya tidak salah sih, menampilkan penjelasan panjang lebar di slide, apalagi pake font 12 trus sampe 15 baris, dari 10 audience, paling pol juga Cuma 1-2 orang yang baca, males.
Memberikan tulisan pada slide, secara tidak langsung memaksa audience untuk membaca. Karena itu, sajikanlah tulisan yang penting saja.
contohnya :
Tampilan B jelas lebih menarik dari pada Slide A yang memaksa Audience membaca isi slide tersebut. Apabila Slide B diberikan penjelasan yang sangat jelas dan menarik, pasti penilaian presentasi dan pemahaman Audience akan lebih baik.





How i finish my call for paper ( Metode Penelitian Kualitatif )

  welcome back !!! Its been a longtime not see u on the blog hihi, hope y’ll keep healthy during this pandemic! Diblog kali ini aku akan b...